Pengaruh Pola Karir Ganda terhadap Pengelolaan Sumberdaya Manusia.
Sumber
Daya Manusia (SDM) adalah faktor sentral dalam suatu organisasi. Apapun bentuk
serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan
manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Pengelolaan dalam sumber daya manusia selalu mengalami perubahan
dari waktu ke waktu. Adanya perubahan bertujuan untuk melakukan suatu
perbedaan, untuk berubah dan untuk bertransformasi. Perubahan bisa saja
dikategorikan ke dalam dua tipe umum yaitu
internal dan eksternal. Perubahan internal adalah berasal dari dalam
keluarga itu sendiri. Sedangkan eksternal timbul karena dipupuk oleh masyarakat
atau lingkungan luar. Mengelola Sumber daya manusia adalah segala sesuatu
tentang memberikan perhatian dan peduli satu sama lain. Dalam hal ini peran
keluarga sangat penting dalam membantu proses pengelolaan sumberdaya manusia. Namun,
dengan berjalannya arus modernisasi, banyak nilai-nilai baru muncul dan
mengubah nilai-nilai lama yang memasuki berbagai aspek kehidupan, salah satunya
adalah keluarga.
Keluarga adalah
unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa
orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam
keadaan saling ketergantungan. Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam
keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena
hubungan darah,
hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga,
berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan
serta mempertahankan suatu kebudayaan.
Adat dan
konstruksi budaya yang ada pada masa lalu menempatkan perempuan pada posisi
kurang terhitungkan. Namun setelah masuknya arus modernisasi, peran wanita
mulai disetarakan. Wanita pun menjadi partner suami dalam keluarga dalam
mencari nafkah. Kehidupan rumah tangga dalam sektor ekonomi bukan hanya menjadi
tanggung jawab satu pihak, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Dengan
tumbuhnya kesempatan bagi wanita bersuami untuk bekerja, pada pola kekeluargaan
segera berubah dan muncul apa yang disebut sebagai karir ganda atau dualisme
karir. Ketika suami dan istri dalam keluarga sama-sama memiliki karir atau
pekerjaan tentunya dalam hal ini yang terpengaruh adalah pola kehidupan dan
pola manajerial dari keluarga tersebut. Mulai dari pola pengasuhan anak, pola
manajemen ekonomi keluarga, pola sosialisasi dalam keluarga dan sebagainya.
Keluarga dengan
pola karir ganda tentunya memiliki beberapa keuntungan yang didapatkan. Namun
hal tersebut tentu juga tidak lepas dari beberapa masalah yang dihadapi.
Masalah yang dihadapi tentunya dirasakan oleh masyarakat dalam setiap keluarga
dengan pola karir ganda. Adapun masalah yang dihadapi oleh keluarga dengan pola
karir ganda diantaranya : Tidak dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial
kemasyarakatan, keterbatasan kemampuan orang tua untuk mendampingi perkembangan
proses belajar anak, pengeluaran tidak terduga terkait dengan sumbangan untuk
kegiatan hajatan rekan di masyarakat dan di kantor, tidak dapat diselesaikannya
pekerjaan rumah tangga dengan baik ketegangan, aturan waktu bekerja setiap saat
tidak menentu yang harus mengorbankan kebersamaan bersama keluarga, kesalahan
komunikasi untuk “hubungan” suami istri, krisis percaya diri terhadap peran
seorang ibu, istri dan seorang pekerja, terbenturnya agenda pekerjaan di tempat
kerja dengan kegiatan yang lain,dll.
Beberapa masalah di atas menjadi kasus
yang bersifat sehari-hari atau masalah biasa dan umum serta masalah-masalah
khusus yang dialami oleh keluarga. Masalah tersebut dapat diatasi dengan
beberapa cara oleh masing-masing keluarga. Proses penyelesaian dari
permasalahan dan kesulitan yang dihadapi oleh keluarga dengan pola karir ganda
bermacam-macam diantaranya komunikasi, peran pihak ketiga pihak ketiga, membagi
tugas pekerjaan rumah tangga, didiamkan, salah satu mengalah, dan meminta saran.
Oleh: Millenia Aurelia, Rizki Ade Aprilia, Salma Nurshafa Ramadhanti, dan Titi Sulastri
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus